Translate This Blog - 翻译此博客

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

SeaFood

Tuesday, December 1, 2009

PAPA


PAPA


Biasanya,

bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja

diperantauan, atau yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar

negeri, atau yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang

tuanya.....

Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya. Lalu bagaimana

dengan Papa? Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk

menanyakan keadaanmu setiap hari,tapi tahukah kamu, jika ternyata

Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?

Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu

bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa

bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama

tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?

Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil......

Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda. Dan setelah Papa

mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu...

Kemudian Mama bilang : "Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda

bantunya" , Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka....

Tapi sadarkah kamu?

Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu

mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.


Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru,

Mama menatapmu iba. Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas :

"Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang"

Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi

anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?

Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang

sedikit membentak dengan berkata :

"Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!".

Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.

Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.

Ketika kamu sudah beranjak remaja....

Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa

bersikap tegas dan mengatakan: "Tidak boleh!".

Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu?

Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa

berharga..

Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting

pintu... Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak

marah adalah Mama....

Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan

gejolak dalam batinnya, Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu,

Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?

Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang

ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia....

:')

Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua

di ruang tamu..

Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?

Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit

peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk

melanggar jam malamnya.

Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu

pulang dengan hati yang sangat khawatir...

Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut - larut...

Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan

mengeras dan Papa memarahimu.. .

Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan

segera datang? "Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa"

Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang

Dokter atau Insinyur.

Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata -

mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti....

Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak

sesuai dengan keinginan Papa..

Ketika kamu menjadi gadis dewasa....

Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain...Papa harus melepasmu di bandara.

Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu?

Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini - itu, dan menyuruhmu

untuk berhati-hati. .Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama

dan memelukmu erat-erat. Yang Papalakukan hanya menghapus sedikit air

mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata "Jaga dirimu

baik-baik ya sayang". Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT...kuat

untuk pergi dan menjadi dewasa.

Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu,

orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa.

Papapasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama

denganteman- temannya yang lain. Ketika permintaanmu bukan lagi

sekedar meminta bonekabaru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan

yang kamu inginkan...

Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : "Tidak..... Tidak bisa!"

Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan "Iya sayang,

nanti Papa belikan untukmu". Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa

merasa gagal membuat anaknya tersenyum?

Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana. Papa adalah orang

pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu. Papa akan

tersenyum dengan bangga dan puas melihat "putri kecilnya yang tidak

manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang"

Sampai saat seorang teman lelakimu datang ke rumah dan meminta izin

pada Papa untuk mengambilmu darinya. Papa akan sangat berhati-hati

memberikan izin..Karena Papa tahu.....

Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.

Dan akhirnya....

Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang

Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia....

Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang

panggung sebentar, dan menangis?

Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa....

Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: "Ya Allah tugasku telah

selesai dengan baik....

Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik....

Bahagiakanlah ia bersama suaminya..."

Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya

yang sesekali datang untuk menjenguk...

Dengan rambut yang telah dan semakin memutih....

Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya....

Papa telah menyelesaikan tugasnya....

Papa,

Ayah, Bapak, Babe, atau Abah kita...

Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat...

Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis...

Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .

Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa "KAMU BISA"

dalam segala hal...

0 komentar: