Showing posts with label Tips-Tips. Show all posts

Sunday, September 29, 2013

thumbnail

Berenag bersama ubur-ubur

Berenang bersama ubur-ubur dengan memakai bikini dapat dianggap "kegiatan rekreasi" yang paling  berbahaya. Namun, menurut laporan Daily Mail Inggris yang diterbitkan pada 28 September lalu, seorang pemandu wanita yang berumur 35 tahun, Mikki hanya memakai bikini dan berenang bersama dengan ribuan ekor ubur-ubur di dalam air yang sedalam kira-kira 3 meter di kepulauan Palau . Dia melakukannya untuk menunjukkan kepada para wisatawan bahwa ubur-ubur sebenarnya makhluk yang tidak berbahaya.



Tuesday, February 26, 2013

Thursday, April 12, 2012

thumbnail

Ikan Robot

Ikan robot pertama yang sukses debutnya di antara ikan nyata lainnya, membuka jalan untuk lebih memahami perilaku kolektif hewan, demikian kata peneliti dari Italia.

Robot ikan ini mampu meniru ikan nyata, yang dikembangkan oleh sebuah kolaborasi bersama antara Italia Dewan Riset Nasional (CNR) dan New York University (NYU), benar-benar terintegrasi ke dalam kelompok ikan dan bahkan menjadi pemimpin, demikian kata Stefano Marras, peneliti CNR yang melakukan pengujian.

Robot, yang dikembangkan di NYU oleh tim riset yang dikoordinasikan oleh Italia Maurizio Porfiri, "diuji saat berenang bersama dengan ikan nyata dalam terowongan air dengan kecepatan aliran yang berbeda," kata Marras.

Mempelajari struktur aliran, kelompok peneliti menemukan penggerak biomimetik adalah penentu preferensi ikan, ikan menjadi lebih tertarik terhadap robot saat ekornya berdebar daripada ketika statis direndam dalam air.

"Ikan robot meninggalkan pusaran yang membantu orang lain menghemat energi," mirip dengan pesepeda ketika mereka mengambil keuntungan dari aliran angin di belakang kendaraan, Marras kata.

Percobaan, ahli biologi menunjukkan, dapat memungkinkan pemahaman yang lebih baik perilaku kolektif hewan dan membuka cakrawala baru dalam metodologi untuk konservasi spesies, karena akan ada kemungkinan untuk mempengaruhi perilaku ikan melalui rekan mekanik.

Misalnya, ikan robot dapat digunakan untuk melindungi spesies laut yang terancam punah dengan membimbing kelompok hewan jauh dari situasi yang mengancam, seperti daerah yang terkontaminasi oleh tumpahan minyak.

Tuesday, March 6, 2012

thumbnail

Monster yang terdapat di danau

Loch Ness monster found in Scotland
Ireland's Killarney Lake monster
Lake monster terrifies villagers in Ukraine
Enormous Monster in Lake Chany suspected of causing 19 death cases
Three-humped Beastie spotted in Lake Windermere
Iceland's monster unmasked
Mysterious water mammoths inhabit Siberian lakes

Monday, February 20, 2012

Sunday, February 19, 2012

thumbnail

Pulau yang berbentuk Unik

Kayak lumba-lumba  padahal ini terumbu karang, pulau yang terletak di lepas pantai utara Pulau Flores, Indonesia. Tampak seolah-olah bentuk pulau terinspirasi oleh lumba-lumba yang mungkin telah berenang di sekitarnya.

Seperti permata hijau melawan biru safir perairan Samudera Hindia dan Flores, Banda, Sawu, dan Laut Timor," Kepulauan Sunda Kecil di Indonesia ini tetap indah meskipun dilihat dari jarak yang sangat jauh, seperti ruang angkasa.

Pulau seperti paru-paru lengkap dengan trakea dan bronkus (yang adalah jalan) ! Pulau kecil ini memiliki vegetasi yang subur, menjadikan pulau itu benar benar sebagai 'paru-paru hijau'. Inikah yang menarik minat pemilik untuk membangun villa mewah dengan kolam renang dan lapangan tenis dia pulau di Florida Keys ini.

Pulau Denmark digambarkan di sini adalah Æbelø di laut Kattegat, lepas pantai utara Funen (pulau terbesar ketiga Denmark). Dengan bentuk segitiga dan panjang 'ekor', pulau ini benar-benar terlihat seperti ikan pari.

Kayak bumerang .tepat di tengah Laut China Selatan! Jika Anda ingin menemukannya, Anda memiliki kesempatan baik untuk melakukannya dalam penerbangan dari Manila ke Kuala Lumpur - sekitar 45 menit setelah lepas landas. Atol merupakan bagian dari Kepulauan Spratly - sebuah kepulauan yang terdiri dari 750 pulau dan terumbu karang. dan bentuk bentuk mereka bergantung pada musim dan aliran arus, Anda mungkin akan menemukan bentuk yang berbeda pada musim yang berbeda.

Pulau terbesar di Kepulauan Galapagos, Pulau Isabela, tampak seperti kuda laut. Pulau ini juga sangat tua, terbentuk oleh letusan gunung berapi yang terjadi jutaan tahun lalu. Jika Anda melihat dekat, Anda akan melihat tiga kawah dari gunung berapi yang menciptakan pulau itu.  
Pulau seperti mata manusia, lengkap dengan retina dan iris, dapat ditemukan di Maladewa. Atau, jika ditambahkan dengan motif laut, mungkin seperti ubur-ubur raksasa. Sebenarnya, tentu saja, ini adalah terumbu karang atau, menurut sang fotografer, ini adalah kelahiran sebuah pulau.

Pulau di Kepulauan Scilly, lepas pantai Cornwall ini mungkin mirip dengan sebuah pohon, dengan batang, cabang, daun, dan bahkan tanah dan akar pada dasarnya

'Lover Island' terletak dilepas pantai Kroasia, adalah salah satu dari beberapa bentuk jantung alami di Bumi. Sebenarnya pulau ini disebut GaleÅ¡njak, yang adalah sebuah pulau milik pribadi yang terletak di Laut Adriatik, dekat dengan kota Turanj. Penuh tanaman liar dan pohon, pulau yang "tertidur" ini menjadi perhatian dunia karena bentuknya yang tidak biasa, pada Februari 2009, ketika gambar pulau ini dipublikasikan oleh Google Earth.    

Pulau Manukan, Mamutik dan Sulug di Malaysia yang anggun secara bersama sama membentuk smiley, yang tersenyum menyambut pengunjung yang cukup beruntung untuk melihat mereka dari udara.

Pulau ini kayak sebuah sel sperma raksasa berenang kesepian di laut yang biru . .Foto Pulau ini diambil saat penerbangan antara Eropa dan Jepang. Dan sang fotografer tidak mengetahui pulau apa ini.

Foto ini menunjukkan Huvahendhoo Island, salah satu dari banyak pulau di Maladewa. Mirip dengan topeng karnaval Venesia, dengan ornamen mata yang berbeda. Maladewa, seperti indonesia, adalah sebuah harta karun nyata ketika kita ingin mencari pulau-pulau dari segala bentuk dan ukuran. Ada total 1.190 pulau karang dikelompokkan dalam rantai ganda dari 26 atol, yang berarti ada banyak pilihan. Maladewa adalah negara kepulauan yang tersebar di sekitar 90.000 km persegi - membuatnya menjadi salah satu negara yang paling tersebar didunia.

Pulau berbentuk wortel ini juga salah satu pulau di Maladewa, yang seakan akan menunggu kelinci raksasa untuk memakannya.

Monday, January 16, 2012

thumbnail

Ikan aneh dari Bone

Puluhan nelayan di Kabupaten Bone Sulawesi Selatan berhasil menangkap ikan raksasa di muara Sungai Mare. Ikan dianggap aneh, lantaran ikan jenis itu baru pertama kali ditemukan oleh nelayan di Desa Ujung Salangketo.

Menurut Kapolsek Mare, AKP Jasahardi, peristiwa penangkapan ikan tersebut menggemparkan warga yang kemudian  beramai-ramai mendatangi pinggir sungai. Mereka ingin menyaksikan langsung ikan yang selama ini dianggap misteri dan memiliki ukuran yang tidak biasa itu.

"Bayangkan ikan memiliki berat 400 kg, panjang 290 centimeter, lebar 65 cm dan lingkaran perut 160 cm," kata AKP Jasardi yang dihubungi VIVAnews.com dari Makassar, Selasa 17 Januari 2012.

Polisi yang mendatangi lokasi kejadian langsung mengabadikan ikan raksasa tersebut. Tapi sayang, sesaat setelah diabadikan ikan itu dibelah dan dibagi-bagikan kepada warga. "Entah akan dimakan atau hanya ingin mengambil bagian tubuh ikan tersebut," tambah Jasardi.

Ia menceritakan, ikan tersebut memang dikejar-kejar para nelayan setempat sejak bulan Desember. Bahkan dalam dua hari ini, nelayan bersama polisi setempat melakukan pencarian secara beramai-ramai. Para nelayan marah atas keberadaan ikan misteri yang kadang mengganggu rumput laut dan perahu mereka.

"Nelayan mengaku resah dan takut sebab ada yang hingga perahunya bocor karena diseruduk ikan tersebut serta budidaya rumput laut mereka dirusak," urai Jasardi.

Sejak itu, warga mulai mempersenjatai diri setiap akan melaut. Pada Senin, 16 Januari, salah seorang nelayan H Juma, kembali turun melaut. Rupanya, H Juma yang ditemani anaknya memancing ini kembali diserang. Nelayan berumur 50-an tahun itu kemudian menombak ikan di bagian kepala sebanyak tiga kali.

Ikan tersebut rupanya langsung mati dan tenggelam di kedalaman 4 meter di muara tersebut. "Setelah dipastikan mati, nelayan baru menarik ikan tersebut ke daratan," ujarnya.

Sementara berdasarkan dugaan sementara, ikan yang dianggap misteri tersebut adalah ikan duyung. Pasalnya, pihak kepolisian yang langsung mengambil gambar ikan di TKP langsung mencocokkan dengan jenis-jenis ikan di internet. "Mirip dengan ikan duyung,"
thumbnail

Tehnik Memancing di laut

Memancing di laut dapat dibagi menjadi dua kategori yaitu Memancing dari daratan (Inshore) dan Memancing di tengah laut (offshore).
Memancing dari daratan (Inshore):

Ada beberapa type mancing dari daratan antara lain:

1. Surfishing (Memancing dari pantai): Biasanya dilakukan di pinggir pantai berpasir, dan piranti spinning adalah yang umum dipakai disini. Bisa juga menggunakan jenis piranti yang lainnya, bergantung pada jenis ikan yang anda inginkan. Kepiting kecil, cacing laut, udang, irisan ikan, ikan hidup dan juga umpan tiruan dapat digunakan sebagai umpan. Pada lokasi yang potensial, anda mungkin dapat memancing ikan yang cukup besar.

2. Pierfishing (Memancing dari dermaga): Memancing dari pelabuhan, dermaga kayu atau penahan gelombang. Kebanyakan pemancing dari dermaga melakukannya untuk rekreasi, juga dengan membawa serta keluarga mereka. Tetapi andapun boleh mencobanya, karena bukan tidak mungkin mendapatkan ikan-ikan besar seperti hiu, pari, kakap putih, dll. Piranti yang umum dipakai adalah type spinning, karena mudah di gunakan. Umpan yang dipakai sama dengan surfishing.

3. Rockfishing (Memancing dari batu karang): Dari namanya sangat jelas bahwa kegiatan memancing dilakukan dari lokasi yang berbatu karang. Saya pernah menyaksikan film tentang memancing dari batu karang, dan sebagai target pancingan adalah ikan Marlin. Marlin bukanlah merupakan target yang lazim dalam rockfishing, dan saya belum pernah menyaksikan sebelumnya dan ternyata sangat mendebarkan dan seru. Biasanya pada rock fishing bisa mendapatkan ikan yang lebih besar jika dibandingkan dengan surfishing dan pierfishing. Baik piranti maupun umpan yang digunakan masih sama seperti surfishing dan pierfishing, namun kegiatan memancing dilakukan dari pantai yang berkarang terjal dan juga agak sulit dicapai pada beberapa lokasi.

Mancing di tengah laut (Offshore):

Memancing dari tengah laut juga ada beberapa macam tehnik yang dapat di lakukan:

1. Bottom Fishing (Mancing dasar/jebluk): Memancing dari atas perahu yang di jangkar diatas lokasi yang dianggap potensial seperti gugusan karang, tubiran, dll. Menggunakan pemberat (umumnya terbuat dari timah) untuk menenggelamkan umpan sampai ke dasar laut. Umpan yang umum dipakai antara lain udang, ikan hidup, irisan daging ikan, cacing laut, dll. Anda dapat menggunakan type piranti yang sesuai dengan keinginan. Pada lokasi yang berpotensi ikan besar, sebaiknya menggunakan type conventional. Anda akan mempunyai tali pancing yang cukup panjang dan juga kelas kenur menengah dengan menggunakan type conventional. Sedangkan untuk ikan yang lebih kecil akan lebih mengasyikan jika menggunakan type spinning atau baitcasting.

2. Jerking (Mancing hentak/ngotrek):Sama halnya pada mancing dasar, perbedaanya terletak pada umpan yang dipakai. Mancing ngotrek menggunakan umpan tiruan yang diberi pemberat agar dapat tenggelam sampai ke dasar laut. Dan umpan tsb biasanya menyerupai ikan kecil, cacing, udang, dll. Melempar umpan dan lalu mengulur kenur sampai umpan sampai ke dasar laut, lalu gulung kenur sambil menggerakan joran untuk menciptakan gerakan kepada umpan agar terlihat seperti hidup. Setelah umpan sampai dipermukaan tenggelamkan umpan kembali, lalu gulung lagi. Demikian berulang-ulang sampai ada ikan yang menyambar umpan tsb. Piranti yang umum dipakai adalah jenis spinning, baitcasting dan conventional.

3. Kite Fishing (Mancing menggunakan layang-layang): Memancing dari perahu dengan menggunakan layang-layang untuk menjauhkan umpan pada jarak tertentu. Dan juga untuk menjaga umpan agar tetap berada di permukaan air, karena tehnik ini biasanya di lakukan untuk menangkap ikan-ikan permukaan (palagis). Beberapa pemancing bahkan menggunakan jerat untuk menangkap ikan. Piranti yang biasanya dipakai adalah jenis spinning, dan disamping menggunakan layang-layang dapat pula memakai balon.

4. Drifting (Mancing berhanyut): Dapat diartikan menghanyutkan umpan atau perahu, keduanya akan menimbulkan efek yang sama. Umpan yang paling baik digunakan adalah umpan hidup dengan menggunakan piranti jenis spinning, baitcasting atau conventional. Ada pula pemancing yang melakukan hal ini untuk menemukan gugusan karang yang dikelilingi oleh ikan-ikan pancingan. Setelah ada yang menyambar umpan, biasanya jangkar di lemparkan dilokasi tersebut.

5. Trolling (Mancing tonda): Menggunakan umpan hidup atau segar dan juga umpan tiruan adalah umum pada tehnik ini. Biasanya umpan di hela di belakang perahu yang bergerak maju pada kecepatan tertentu. Dianjurkan untuk menggunakan piranti conventional, karena ikan target biasanya ikan-ikan yang berukuran besar.

Wednesday, December 7, 2011

thumbnail

Asal-Usul Terasi

Pernah makan sambal terasi, cah kangkung atau tumis-tumisan sejenisnya?bagaimana rasanya?? nikmat bukan… aroma dan citarasa khas yang ada dalam masakan tadi ternyata bersumber dari terasi. Terasi merupakan produk awetan ikan-ikan atau rebon yang telah diolah melalui proses pemeraman atau fermentasi, penggilingan atau penumbukan dan penjemuran yang berlangsung selama + 20 hari. Ke dalam produk terasi tersebut ditambahkan garam yang berfungsi sebagai bahan pengawet, berbentuk seperti pasta dan berwarna hitam-coklat, kadang ditambah dengan bahan pewarna sehingga menjadi kemerahan. Terasi memiliki bau yang tajam dan biasanya digunakan untuk membuat sambal terasi, tapi juga sering ditemukan dalam berbagai resep tradisional Indonesia.

nah sekarang dari mana asal usul terasi.

Diceritakan dahulu kala Pangeran Walangsungsang / Cakrabumi, istrinya Indangayu dan adiknya Dewi Rarasantang pergi ke kebon pesisir Lemahwungkuk dan menemukan sebuah rumah Kaki Tua yang bernama Ki Gedeng Alang Alang. Walangsungsang / Cakrabumi / Somadullah beserta istri dan adiknya beristirahat disana. Dan setelah datang waktunya, pada pagi hari Ahad walangsungsang / Cakrabumi / Somadullah memasuki hutan rwa belukar menebangi pepohonan besar dan kecil tiap hari. Hutan yang sudah lapang ia tanami palawija membanun perkebunan. Kaki Tua yang melihat hutan sudah menjadi perkebunan dengan tanaman palawija sangat senang sekali. Cakrabuana lalu disuruh menangkap ikan dan rebon, ia idberi jala, alat penangkap ikan dan perahu kecil. Tiap malam ia pergi menangkap ikan dan rebon (ebi).

Rajagaluh mengadakan pertemuan dengan pejabat-pejabat pemerintahan, seluruh para Bupati, Sentana mantra dan Gegedeng sudah berkumpul. Sang Prabu segera memanggil Ki Dipati Palimanan, Gedeng Kiban namanya. Sang Prabu berkata, “Hai Di Palimanan sekarang bawahan engkau, tanah pantai yang jadi pemukiman, banyak orang yang berkebun dan ada nelayan yang menangkap ikan dan rebon, aku lebih terasih kepada tumbukan ikan rebon, agar periksa sampai jelas dan ditetapkan pajak bagi nelayan rebon itu dalam setahun sepikul bubukan rebon yang sudah halus gelondongan.”

Ki Dipati mengucap sandika (siap menjalankan perintah), segera meninggalkan ruang sidang, memanggil tujuh orang mantri (ponggawa pepitu) dan mereka sudah menghadap kepadanya. Ki Dipati berkata, “Hai ponggawa pepitu, sekarang periksalah dukuh baru di pinggir pantai, ada berapa orangnya dan nelayan penangkap ikan rebon seyogyanya diberi ketetapan pajak tiap tahun sepikul bubukan rebon yang sudah halus gelondongan. Harap diperikasa dengan jelas, karena Sang Prabu terasih sekali kepada bubukan rebon yang sudah gelondongan.”

Ki Mantri pepitu mengucap sandika. Segera menghindar dari hadapannya, mereka terus berjalan menuju ke pantai.

Diceritakan Cakrabumi bersama sang istri dan sang adki sedang menumbuk rebon di lumping batu dengan hulu batu. Orang yang mengkulak rebon berebut saling mendahului, berdesak-desak sambil berceloteh “Oga age, geura age, geura bebek (cepat-cepatlah ditumbuk)!” jadi mashur pedukuhan baru itu disebut nama Grage. Tidak lama kemudian datanglah utusan Palimanan Mantri pepitu memeriksa pemukiman itu, sudah ada 346 orang, Ki Cakrabumi sudah bertemu dihadapan mereka. Berkata jubir Mantri pepitu, “Hai tukang penangkap rebon, oleh perintah Sang Prabu engkau diharuskan mengirim pajak tiap-tiap tahun satu pikul bubukan rebon gelondongan, karena Sang Prabu terasih sekali dan minta kejelasan bagaimana membikin terasi itu.”

Cakrabumi mengucap sandika. Adapun menangkapnya dengan jala tiap malam, diambilnya pagi-pagi. Rebon lalu diuyahi (digaremi) lalu diperas, dijemur, setelah kering lalu ditumbuk digelondongi. Adapun air perassannya dimasak dengan diberi bumbu-bumbu. Masakan perasan air rebon lebih enak, diberi nama petis blendrang.” Ki Mantri berkata, “Coba ingin tahu rasanya cai (air) rebon itu.” Cakrabumi segera menyuruh istrinya memasak air perasan rebon. Setelah masak lalu dihidangkan kepada Ki Mantri pepitu. Mereka lalu makan bersama dengan lauk pauk petis blendrang sambil saling berkata, bahwa cai (air) rebon lebih enak ketimbang gragenya (terasinya). Karena Ki Mantri pepitu mengumumkan kepada rakyat pemukiman/dedukuh baru itu, memberi nama Dukuh Cirebon, kala waktu tahun 1447 M.
Kata terasi diambil dari kata terasih, karena kala waktu itu Prabu Rajagaluh sangat terasih (menyukai) bubukan rebon yang sudah halus gelondongan.Makannya sejak saat itu bubukan rebon itu dinamakan terasi...

jenis-jenis terasi
Terasi yang banyak diperdagangkan dipasar, secara umum dapat dibedakan menjadi dua macam berdasarkan bahan bakunya, yaitu terasi udang dan terasi ikan. Terasi udang biasanya memiliki warna cokelat kemerahan, sedangkan terasi ikan berwarna kehitaman dan terasi udang umumnya memiliki harga yang lebih tinggi dibandingkan dengan terasi ikan.

Kandungan Unsur Gizi Terasi
Unsur gizi yang terkandung di dalam terasi cukup lengkap dan cukup tinggi. Di samping itu dalam terasi udang terkandung yodium dalam jumlah tinggi yang berasal dari bahan bakunya.

Pembuatan Terasi

A. Alat dan Bahan

1. Alat
Timbangan.
Alat penghancur.
Tempat fermentasi.
Perangkat penjemuran.
Wadah plastik.
Kain saring

2.Bahan
. Bahan Baku

a.Terasi Ikan
Beberapa jenis ikan yang sering digunakan sebagai bahan baku pembuatan terasi ikan adalah ikan Selar gatel (Rembang), Badar/Teri (Krawang) dan sebagainya. Kepala ikan harus dibuang terlebih dahulu sebelum diproses lebih lanjut

b.Terasi Udang
Adapun bahan baku yang digunakan dalam pembuatan terasi udang adalah berupa rebon atau udang kecil dengan ukuran panjang berkisar antara 1 cm – 2,1 cm (membujur), lebar 0,3 cm dengan warna keputihan.

-Bahan pembantu

a.Garam
Pada pembuatan terasi, garam memiliki fungsi ganda, yaitu seabagai berikut:
-Untuk memantapkan cita rasa terasi yang dihasilkan.
-Pada konsentrai 20% ( 200 g/kg bahan baku), garam mampu berperan sebagai bahan pengawet, namun dalam konsentrasi lebih dari 20% justru akan menggangu proses fermentasi.

b.Pewarna
Untuk memperbaiki penampilan maka sering dilakukan penambahan bahan pewarna buatan dalam terasi. Ke dalam terasi udang sering ditambahkan warna coklat atau merah, sedangkan ke dalam terasi ikan sering ditambahkan warna kehitaman (campuan antara warna merah dan hijau). Adapun konsentrasi pewarna yang digunakan, disesuaikan dengan kebutuhan. Untuk menjamin keselamatan konsumen, sebaiknya digunakan bahan pewarna yang diizinkan penggunaannya oleh pemerintah (SII).

c.Kain Saring atau Daun Pisang.
Pada pelaksanaan fermentasi, adonan terasi peru dibagi dalam beberapa bagian kecil dan kemudian dibungkus dengan kain saring atau daun pisang yang diiris di beberapa tempat, sehingga adonan tersebut terlindung dari cemaran debu dan air, sementara aerasi udara tetap dapat berjalan lancar.

B. Cara Pembuatan Terasi
Ikan dicuci bersih untuk membuang kotoran dan lumpur yang melekat kemudian ditiriskan.
Tambahkan garam sebanyak 5% dari berat udang/ikan dan pewarna sesuai dengan warna yang diinginkan kemudian diaduk rata.

Tempatkan campuran tersebut pada wadah tampah dan ratakan agar ketebalannya 1 – 2 cm.
Jemur sampai setengah kering sambil diaduk selama penjemuran agar merata tingkat kekeringannya.

Giling / tumbuk agar halus dan di bentuk adonan gumpalan-gumpalan tersebut.
Hasil tumbukan berupa tumbukan-tumbukan bulat dibungkus dengan tikar atau daun pisang kering. Biarkan selama satu hari sampai dua hari.

Jemur kembali sambil dihancurkan supaya cepat kering. Jika terlalu kering dapat ditambahkan air. Waktu penjemuran 3 – 4 hari dan kondisi dijaga agar tidak terlalu kering.
Buat gumpalan-gumpalan kembali dan bungkus dengan daun pisang kering.
Simpan selama 1 – 4 minggu, supaya terjadi proses fermentasi sampai tercium bau khas terasi.

Thursday, November 24, 2011

thumbnail

Stop Pembantaian Ikan Hiu










Ikan Hiu adalah hewan laut yang sering menjadi sasaran pembantaian secara massal untuk diambil siripnya untuk di buat sup sirip ikan hiu yang sangat di gemari oleh masyarakat asia timur. sehingga kita perlu melestarikan Ekosistem laut khususnya melindungi ikan hiu dari perburuan secara membabi buta. stop pembantaian Ikan HIU

About

Welcome to SpesiesIkan.blogspot.com